Fungsi Trunk, Tag Dan Branch Di Version Control/Subversion


Version control di kenal dengan banyak instila. Ada yang menyebutnya sebgai Management Tool, Source code management atau Source Control. Dalam modul ini, istilah yang di gunakan adalah Version Control.

Kemampuan menggunakan version control merupakan hal yang masih langka di duni programmer indonesia. Tidak banyak buku, tutorial ataupun tempat pelatihan menyediakan bahan pembelajaran dalam bahasa indonesia. Bahkan di banyak perusahaan software consultan, version control ini masih jarang di gunakan.

Padahal kemampuan menggunakan version control adalah kemampuan wajib yang harus di miliki oleh tim programmer. Di Seluruh dunia, ribuan programmer terlibat dalam pengembangan proyek opensource, kolaborasi dalam skala raksasa seperti ini mustahil di laksanakan tanpa adanya version control. Akan terjadi bencana dan kekacauan jika source code hanya di letakan di website, kemudian di bagi ke semua programmer. Jika dua orang programmer bekerja dalam file yang sama, maka mereka akan saling menimpa pekerjaan teman nya, dan jika terjadi kesalahan maka tidak mungkin mengembalikan ke adaan kode ke keadaan sebelumnya tanpa usaha yang cukup besar.

Version control dapat membantu sebuah tim pengembang perangkat lunak dengan menyediakan akses kepada setiap anggota tim tanpa harus saling menimpa pekerjaan anggota tim yang lain, seperti yang terjadi jika sebuah tim pengembang menggunakan folder sharing . Version control mampu :

  1. Mencatat perubahan code dan pembuatan perubahan
  2. Menyediakan fungsi undo untuk mengembalikan keadaan code ke titik tertentu
  3. melihat riwayat code, dari pertama di buat hingga keadaan sekarang.
  4. Memungkinkan penulisan code secara paralel tanpa adanya kejadian anggota tim menimpa pekerjaan anggota tim yang lain.

Jumlah maksimal programmer yang dapat bekerja sama tanpa menggunakan version control adalah satu orang (Endy, 2006). Jika dalam sebuah tim pengembang software terdapat sebuah tim programmer yang lebih dari satu, version control adalah tool’s yang wajib di gunakan.

Secara umum folder dalam repository dibagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Trunk, di mana semua kode program yang masih dalam tahap pengembangan berada.
  2. Tag, pada beberapa event tertentu kita perlu menandai repository dan membuat titik yang jelas dimana kita bisa mengembalikan kondisi kode program dengan mudah. Misalnya release aplikasi ke QC, release aplikasi ke publik atau menginstall program ke lingkungan production.
  3. Branch, Jika kita ingin bekerja secara paralel, misalnya ada satu team kecil pengembang yang melakukan bug fixing dan tim yang lain tetap menambah fitur baru ke folder trunk, kita perlu satu folder terpisah untuk bekerja, folder untuk memenuhi kebutuhan ini disebut sebagai branch.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s